Melanjutkan posting sebelumnya, setelah kemarin nyobain Kalimilk dan Bakmi Kadin, kali
ini kami makan di tempat yang namanya “Rumah Pohon”. Alhamdulillah ditraktir
beginian,hahaha~.
![]() |
| Rumah Pohon |
Tempatnya cukup unik karena desainnya dari bamboo yang
dibikin bertingkat-tingkat. Jadi kalo mau makan disini pastikan tidak memakai
baju atau sandal yang ribet karena bakal naik-naik tangga, dan tidak disarankan
membawa orang yang sudah cukup sepuh kesini. Di tingkat paling atas tempat
makan ini adalah “Gardu Pandang” yang katanya bisa melihat pemandangan kota Jogja
dan Merapi. Sayang waktu kesana lagi agak berkabut jadi Merapinya nggak
kelihatan. Disini juga ada tempat meditasi, kata saudara saya kalau tempat
meditasi nya itu lagi dipake orang, akses ke Gardu Pandang ditutup. Dari segi
makanan, Rumah Pohon ini lumayan, saya coba makan Nasi Gendheng sama icip-icip
lauk lainnya. Yaa.. biasa sih, cukup enak.
Selain itu disini ada Gong perdamaian dunia, tertulis
katanya disitu tertanam tanah dari 33 Propinsi. Filosofinya supaya Indonesia
rukun selalu ya.. kaya slogan Bhinneka
Tunggal Ika.
Menjelang malam kami akhirnya mampir ke Raminten yang
sebelumnya batal kami kunjungi. Ternyata masih antri juga walaupun antriannya
lebih manusiawi dibanding hari sebelumnya kami kesana. Disana kami memesan Nasi
Kucing dan tambahan lauk *jauh-jauh mesennya Nasi Kucing, gapapa lah yaa*
Selanjutnya kami nyobain Armani Gelato – yang kata Muti
satu-satunya gelato di Jogja-
Setelah menghabiskan waktu yang singkat di Jogja, keesokan
harinya harus kembali menghadapi kesibukan ibu kota. Kali ini saya nyobain
flight nya Batik Air. Cukup enak kaya Garuda, Cuma satu sayangnya: headset nya
mesti beli. Agak lucu sih, disediain layar hiburan tapi headsetnya suruh beli
=P.
Dengan ini selesailah postingan saya edisi Jogja kali ini. Lain kali tentu saya masih mau explore Jogja lagi dan daerah
Indonesia lainnya :)



0 comments:
Post a Comment