Melanjutkan posting
sebelumnya, kali ini masih di hari kedua tapi spesifik tentang Ramayana. Salah satu
tujuan yang udah terpatri di benak saya waktu ke Jogja adalah : Harus Nonton Ramayana!!!
Kisah Ramayana pasti
udah banyak yang tau yaa.. intinya tentang cerita Rama dan Shinta, saya mulai
suka banget sama ceritanya pas beberapa bulan lalu baca versinya Tere Liye yang
mengharu biru. Dan saya suka sekali kisah ini yang mengandung muatan
pembelajaran tentang kepercayaan dan
kesetiaan.
![]() |
| Turis Bule |
Oke, awalnya cuma tau
tari ini dipentaskan di Candi Prambanan. Tapi ternyata ada juga di Purawisata
Jogjakarta. Kita sempat bingung mau di Prambanan atau Purawisata, sebenernya
kalau di Candi Prambanan dapet yang outdoor dengan latar candi prambanan itu
bakal oke banget, tapi sayangnya bulan-bulan segini yang rentan hujan katanya
pertunjukan di Prambanan jadi indoor. Setelah dipikir-pikir ditimbang-timbang,
kalo sama-sama indoor mah mending di Purawisata aja deh, lebih deket juga. Jadilah
kita ke Purawisata Jogjakarta di Jl.Brigdjen Katamso. Pas sampai sana ternyata
pertunjukannya bisa dibilang outdoor juga, karena “open air” begitu loh, ga ada
atapnya. Menariknya, kita udah dateng dari jam 7 sementara pertunjukan mulai
jam 8 malem, jadi masih sempat foto-foto dan duduk-duduk, bangku di depan
ternyata udah reserved by tourist semua
hahahahahha. Cool!![]() |
| Turis China |
Alhasil saya dan Muti
milih duduk di barisan paling belakang aja, toh tetap kelihatan karena model
bangkunya kaya bioskop gitu, malah bisa senderan =P.
| Ki-ka : Rama, Shinta, Lesmana |
Di sebelah saya
ternyata seorang ibu dari Surabaya yang dateng ke Jogja bersama suaminya. Ibu itu
nanya saya darimana, dan nanya “suka nonton wayang orang ya mbak?” :)) Saya
bilang baru sekali itu, kebetulan suka sama Ramayana, jadi pengen nonton
sendratarinya. Ternyata suami ibu itu suka wayang orang dan mereka sampe bisa
membedakan mana gerakan wayang yang biasa nari atau enggak (wowww). Sepanjang nonton
pun mereka suka ngebahas berdua tentang cerita atopun penarinya.
Inti cerita Ramayana
adalah kisah cinta Rama dan Shinta yang diuji waktu Shinta diculik raksasa
bernama Rahwana. Cerita pun berlanjut dengan perjuangan Rama menyelamatkan
Shinta dibantu Hanoman. Adalah Lesmana, adik Rama, yang setia bangetttt sama kakaknya,
menemani dia dan Shinta ketika mereka diasingkan di hutan, membantu Rama
merebut Shinta
dalam perang. And I’m falling in love with this character
instead of the main character (Rama). Hahaha~| Shinta diculik Rahwana |
| Perang Rama & Rahwana |
Setelah berhasil
diselamatkan, Rama justru curiga dengan kesucian Shinta apakah dia bisa menjaga
diri selama ditawan si Rahwana, sampai menyuruh Shinta membuktikan dengan
loncat ke dalam api suci. Terbukti Shinta nggak terbakar, baru deh Rama percaya
Shinta lagi. Kalau di sendratari cerita habis disitu, tapi yang versi Tere Liye
masih ada lanjutannya kecurigaan Rama sampai Shinta yang melahirkan anak dari
Rama diusir dan akhirnya tragis :’(
Sedikit membahas si
tokoh Lesmana yang saya suka tadi, Lesmana ini dikisahkan adik bungsunya Rama
dan dia setia banget sama kakaknya, bayangin aja “ngintilin” kakaknya
kemana-mana walaupun kakaknya udah menikah. Terus juga digambarkan dia sosok
yang baik hati dan lembut. Waktu di hutan, sebelum Shinta diculik Rahwana,
Lesmana disuruh menjaga Shinta karena Rama lagi mengejar kijang untuk Shinta,
dengan setia Lesmana menjaga Shinta. Waktu kijang yang dikejar Rama itu
ternyata suruhan Rahwana dan teriak menirukan suara rama sampai Shinta terkecoh
dan menyuruh Lesmana menyusul kakaknya, Lesmana pun awalnya enggan. Tapi Shinta
yang curiga bilang Lesmana sengaja mau membiarkan kakaknya mati, biar kalau dia
jadi janda lantas Lesmana bisa memperistri dia (aduh please deh Shinta… -.-)
Lesmana akhirnya menuruti Shinta mencari Rama dan memberi lingkaran perlindungan
untuk Shinta. Walaupun akhirnya Shinta terkecoh dan diculik Rahwana juga -.-“ Dalam membantu kakaknya perang dengan Rahwana, Lesmana berhasil memanah Indrajit, salah satu tangan kanannya Rahwana.
![]() |
| Lesmana |
Waktu di sendratari
ini, pemeran Lesmana nya juga cakep pake banget. Hahahah~ Cakepnya agak versi
oriental-oriental gitu sih kayanya, nih kalo nggak percaya *kasih bukti foto*. Gimana
TJAKEP KAN. =P Dibandingkan pemeran Rama, cakepan Mas Lesmana ini :D
Kata Muti konon si
Lesmana ini memang kerap diperankan oleh laki-laki yang cakep, mungkin sesuai
dengan karakter ceritanya juga.
| Hanoman dikelilingi api |
Dalam cerita juga
yang mengagumkan adalah aksi Hanoman yang lolos dari api. Apinya pake api
beneran loh, dan dia bener-bener atraksi guling-guling di api. Langsung mikir “wow…
pemeran Hanomannya bisa debus!”
| Shinta Obong |
Waktu adegan Shinta
obong (Shinta masuk ke api suci) kita becandaan bilang “jangan bilang si Shinta
juga bisa debus.. AHahaha” ga lucu banget kalo dia bisa debus buat apa pake ada
acara penyelamatan dan peperangan heboh ini.
| Ki-ka: Rahwana,Rama,Shinta,Saya,Lesmana,Hanoman |
Setelah nonton selama
1,5 jam, saya beruntung bisa foto bareng pemainnya.. dan posisinya di sebelah
*uhuk* Lesmana dan Shinta. Hahahaha..
Overall saya sukaaaa
sama cerita Ramayana ini. And I’m still willing to re-watch it next time I go
to Jogja! Ternyata Muti pun berpikiran sama, masih mau nonton si Ramayana ini. I
just love love love the story (and Lesmana) :))
Jam setengah sepuluh
malam akhirnya kita langsung balik ke hotel dan berakhirlah ngebolang satu hari
itu untuk lanjut besoknya ke Keraton.





0 comments:
Post a Comment