Tuesday, November 26, 2013

Fall in Love with Jogja – Day 2 (part 2)

Melanjutkan posting sebelumnya, kali ini masih di hari kedua tapi spesifik tentang Ramayana. Salah satu tujuan yang udah terpatri di benak saya waktu ke Jogja adalah : Harus Nonton Ramayana!!!
Kisah Ramayana pasti udah banyak yang tau yaa.. intinya tentang cerita Rama dan Shinta, saya mulai suka banget sama ceritanya pas beberapa bulan lalu baca versinya Tere Liye yang mengharu biru. Dan saya suka sekali kisah ini yang mengandung muatan pembelajaran tentang kepercayaan dan kesetiaan.

Turis Bule
Oke, awalnya cuma tau tari ini dipentaskan di Candi Prambanan. Tapi ternyata ada juga di Purawisata Jogjakarta. Kita sempat bingung mau di Prambanan atau Purawisata, sebenernya kalau di Candi Prambanan dapet yang outdoor dengan latar candi prambanan itu bakal oke banget, tapi sayangnya bulan-bulan segini yang rentan hujan katanya pertunjukan di Prambanan jadi indoor. Setelah dipikir-pikir ditimbang-timbang, kalo sama-sama indoor mah mending di Purawisata aja deh, lebih deket juga. Jadilah kita ke Purawisata Jogjakarta di Jl.Brigdjen Katamso. Pas sampai sana ternyata pertunjukannya bisa dibilang outdoor juga, karena “open air” begitu loh, ga ada atapnya. Menariknya, kita udah dateng dari jam 7 sementara pertunjukan mulai jam 8 malem, jadi masih sempat foto-foto dan duduk-duduk, bangku di depan ternyata udah reserved by tourist semua hahahahahha. Cool!

Turis China

Alhasil saya dan Muti milih duduk di barisan paling belakang aja, toh tetap kelihatan karena model bangkunya kaya bioskop gitu, malah bisa senderan =P.

Ki-ka : Rama, Shinta, Lesmana
Di sebelah saya ternyata seorang ibu dari Surabaya yang dateng ke Jogja bersama suaminya. Ibu itu nanya saya darimana, dan nanya “suka nonton wayang orang ya mbak?” :)) Saya bilang baru sekali itu, kebetulan suka sama Ramayana, jadi pengen nonton sendratarinya. Ternyata suami ibu itu suka wayang orang dan mereka sampe bisa membedakan mana gerakan wayang yang biasa nari atau enggak (wowww). Sepanjang nonton pun mereka suka ngebahas berdua tentang cerita atopun penarinya.

Inti cerita Ramayana adalah kisah cinta Rama dan Shinta yang diuji waktu Shinta diculik raksasa bernama Rahwana. Cerita pun berlanjut dengan perjuangan Rama menyelamatkan Shinta dibantu Hanoman. Adalah Lesmana, adik Rama, yang setia bangetttt sama kakaknya, menemani dia dan Shinta ketika mereka diasingkan di hutan, membantu Rama merebut Shinta
Shinta diculik Rahwana
 dalam perang. And I’m falling in love with this character instead of the main character (Rama). Hahaha~


Perang Rama & Rahwana
Setelah berhasil diselamatkan, Rama justru curiga dengan kesucian Shinta apakah dia bisa menjaga diri selama ditawan si Rahwana, sampai menyuruh Shinta membuktikan dengan loncat ke dalam api suci. Terbukti Shinta nggak terbakar, baru deh Rama percaya Shinta lagi. Kalau di sendratari cerita habis disitu, tapi yang versi Tere Liye masih ada lanjutannya kecurigaan Rama sampai Shinta yang melahirkan anak dari Rama diusir dan akhirnya tragis :’(

Sedikit membahas si tokoh Lesmana yang saya suka tadi, Lesmana ini dikisahkan adik bungsunya Rama dan dia setia banget sama kakaknya, bayangin aja “ngintilin” kakaknya kemana-mana walaupun kakaknya udah menikah. Terus juga digambarkan dia sosok yang baik hati dan lembut. Waktu di hutan, sebelum Shinta diculik Rahwana, Lesmana disuruh menjaga Shinta karena Rama lagi mengejar kijang untuk Shinta, dengan setia Lesmana menjaga Shinta. Waktu kijang yang dikejar Rama itu ternyata suruhan Rahwana dan teriak menirukan suara rama sampai Shinta terkecoh dan menyuruh Lesmana menyusul kakaknya, Lesmana pun awalnya enggan. Tapi Shinta yang curiga bilang Lesmana sengaja mau membiarkan kakaknya mati, biar kalau dia jadi janda lantas Lesmana bisa memperistri dia (aduh please deh Shinta… -.-) Lesmana akhirnya menuruti Shinta mencari Rama dan memberi lingkaran perlindungan untuk Shinta. Walaupun akhirnya Shinta terkecoh dan diculik Rahwana juga -.-“ Dalam membantu kakaknya perang dengan Rahwana, Lesmana berhasil memanah Indrajit, salah satu tangan kanannya Rahwana.
Lesmana
Waktu di sendratari ini, pemeran Lesmana nya juga cakep pake banget. Hahahah~ Cakepnya agak versi oriental-oriental gitu sih kayanya, nih kalo nggak percaya *kasih bukti foto*. Gimana TJAKEP KAN. =P Dibandingkan pemeran Rama, cakepan Mas Lesmana ini :D
Kata Muti konon si Lesmana ini memang kerap diperankan oleh laki-laki yang cakep, mungkin sesuai dengan karakter ceritanya juga.



Hanoman dikelilingi api
Dalam cerita juga yang mengagumkan adalah aksi Hanoman yang lolos dari api. Apinya pake api beneran loh, dan dia bener-bener atraksi guling-guling di api. Langsung mikir “wow… pemeran Hanomannya bisa debus!”
Shinta Obong
Waktu adegan Shinta obong (Shinta masuk ke api suci) kita becandaan bilang “jangan bilang si Shinta juga bisa debus.. AHahaha” ga lucu banget kalo dia bisa debus buat apa pake ada acara penyelamatan dan peperangan heboh ini.


Ki-ka: Rahwana,Rama,Shinta,Saya,Lesmana,Hanoman
Setelah nonton selama 1,5 jam, saya beruntung bisa foto bareng pemainnya.. dan posisinya di sebelah *uhuk* Lesmana dan Shinta. Hahahaha..
Overall saya sukaaaa sama cerita Ramayana ini. And I’m still willing to re-watch it next time I go to Jogja! Ternyata Muti pun berpikiran sama, masih mau nonton si Ramayana ini. I just love love love the story (and Lesmana) :))


Jam setengah sepuluh malam akhirnya kita langsung balik ke hotel dan berakhirlah ngebolang satu hari itu untuk lanjut besoknya ke Keraton.


0 comments:

Tuesday, November 26, 2013

Fall in Love with Jogja – Day 2 (part 2)

Melanjutkan posting sebelumnya, kali ini masih di hari kedua tapi spesifik tentang Ramayana. Salah satu tujuan yang udah terpatri di benak saya waktu ke Jogja adalah : Harus Nonton Ramayana!!!
Kisah Ramayana pasti udah banyak yang tau yaa.. intinya tentang cerita Rama dan Shinta, saya mulai suka banget sama ceritanya pas beberapa bulan lalu baca versinya Tere Liye yang mengharu biru. Dan saya suka sekali kisah ini yang mengandung muatan pembelajaran tentang kepercayaan dan kesetiaan.

Turis Bule
Oke, awalnya cuma tau tari ini dipentaskan di Candi Prambanan. Tapi ternyata ada juga di Purawisata Jogjakarta. Kita sempat bingung mau di Prambanan atau Purawisata, sebenernya kalau di Candi Prambanan dapet yang outdoor dengan latar candi prambanan itu bakal oke banget, tapi sayangnya bulan-bulan segini yang rentan hujan katanya pertunjukan di Prambanan jadi indoor. Setelah dipikir-pikir ditimbang-timbang, kalo sama-sama indoor mah mending di Purawisata aja deh, lebih deket juga. Jadilah kita ke Purawisata Jogjakarta di Jl.Brigdjen Katamso. Pas sampai sana ternyata pertunjukannya bisa dibilang outdoor juga, karena “open air” begitu loh, ga ada atapnya. Menariknya, kita udah dateng dari jam 7 sementara pertunjukan mulai jam 8 malem, jadi masih sempat foto-foto dan duduk-duduk, bangku di depan ternyata udah reserved by tourist semua hahahahahha. Cool!

Turis China

Alhasil saya dan Muti milih duduk di barisan paling belakang aja, toh tetap kelihatan karena model bangkunya kaya bioskop gitu, malah bisa senderan =P.

Ki-ka : Rama, Shinta, Lesmana
Di sebelah saya ternyata seorang ibu dari Surabaya yang dateng ke Jogja bersama suaminya. Ibu itu nanya saya darimana, dan nanya “suka nonton wayang orang ya mbak?” :)) Saya bilang baru sekali itu, kebetulan suka sama Ramayana, jadi pengen nonton sendratarinya. Ternyata suami ibu itu suka wayang orang dan mereka sampe bisa membedakan mana gerakan wayang yang biasa nari atau enggak (wowww). Sepanjang nonton pun mereka suka ngebahas berdua tentang cerita atopun penarinya.

Inti cerita Ramayana adalah kisah cinta Rama dan Shinta yang diuji waktu Shinta diculik raksasa bernama Rahwana. Cerita pun berlanjut dengan perjuangan Rama menyelamatkan Shinta dibantu Hanoman. Adalah Lesmana, adik Rama, yang setia bangetttt sama kakaknya, menemani dia dan Shinta ketika mereka diasingkan di hutan, membantu Rama merebut Shinta
Shinta diculik Rahwana
 dalam perang. And I’m falling in love with this character instead of the main character (Rama). Hahaha~


Perang Rama & Rahwana
Setelah berhasil diselamatkan, Rama justru curiga dengan kesucian Shinta apakah dia bisa menjaga diri selama ditawan si Rahwana, sampai menyuruh Shinta membuktikan dengan loncat ke dalam api suci. Terbukti Shinta nggak terbakar, baru deh Rama percaya Shinta lagi. Kalau di sendratari cerita habis disitu, tapi yang versi Tere Liye masih ada lanjutannya kecurigaan Rama sampai Shinta yang melahirkan anak dari Rama diusir dan akhirnya tragis :’(

Sedikit membahas si tokoh Lesmana yang saya suka tadi, Lesmana ini dikisahkan adik bungsunya Rama dan dia setia banget sama kakaknya, bayangin aja “ngintilin” kakaknya kemana-mana walaupun kakaknya udah menikah. Terus juga digambarkan dia sosok yang baik hati dan lembut. Waktu di hutan, sebelum Shinta diculik Rahwana, Lesmana disuruh menjaga Shinta karena Rama lagi mengejar kijang untuk Shinta, dengan setia Lesmana menjaga Shinta. Waktu kijang yang dikejar Rama itu ternyata suruhan Rahwana dan teriak menirukan suara rama sampai Shinta terkecoh dan menyuruh Lesmana menyusul kakaknya, Lesmana pun awalnya enggan. Tapi Shinta yang curiga bilang Lesmana sengaja mau membiarkan kakaknya mati, biar kalau dia jadi janda lantas Lesmana bisa memperistri dia (aduh please deh Shinta… -.-) Lesmana akhirnya menuruti Shinta mencari Rama dan memberi lingkaran perlindungan untuk Shinta. Walaupun akhirnya Shinta terkecoh dan diculik Rahwana juga -.-“ Dalam membantu kakaknya perang dengan Rahwana, Lesmana berhasil memanah Indrajit, salah satu tangan kanannya Rahwana.
Lesmana
Waktu di sendratari ini, pemeran Lesmana nya juga cakep pake banget. Hahahah~ Cakepnya agak versi oriental-oriental gitu sih kayanya, nih kalo nggak percaya *kasih bukti foto*. Gimana TJAKEP KAN. =P Dibandingkan pemeran Rama, cakepan Mas Lesmana ini :D
Kata Muti konon si Lesmana ini memang kerap diperankan oleh laki-laki yang cakep, mungkin sesuai dengan karakter ceritanya juga.



Hanoman dikelilingi api
Dalam cerita juga yang mengagumkan adalah aksi Hanoman yang lolos dari api. Apinya pake api beneran loh, dan dia bener-bener atraksi guling-guling di api. Langsung mikir “wow… pemeran Hanomannya bisa debus!”
Shinta Obong
Waktu adegan Shinta obong (Shinta masuk ke api suci) kita becandaan bilang “jangan bilang si Shinta juga bisa debus.. AHahaha” ga lucu banget kalo dia bisa debus buat apa pake ada acara penyelamatan dan peperangan heboh ini.


Ki-ka: Rahwana,Rama,Shinta,Saya,Lesmana,Hanoman
Setelah nonton selama 1,5 jam, saya beruntung bisa foto bareng pemainnya.. dan posisinya di sebelah *uhuk* Lesmana dan Shinta. Hahahaha..
Overall saya sukaaaa sama cerita Ramayana ini. And I’m still willing to re-watch it next time I go to Jogja! Ternyata Muti pun berpikiran sama, masih mau nonton si Ramayana ini. I just love love love the story (and Lesmana) :))


Jam setengah sepuluh malam akhirnya kita langsung balik ke hotel dan berakhirlah ngebolang satu hari itu untuk lanjut besoknya ke Keraton.


No comments:

 

Goresan Kalimatku Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates