Jadi
setelah tahun 2019 ternyata saya skip bikin resolusi tahunan, tahun ini saya
mau bikin singkat aja.
Alhamdulillah
di 2019 saya lebih banyak belajar berdamai dengan diri saya sendiri. Pencapaian
di tahun 2019 alhamdulillah Allah kasih saya rezeki untuk umroh dengan kedua orangtua
saya. Dari niat yang semula juga terpikir bisa nggak ya, akhirnya Allah kasih
jalan. Selain itu di 2019 saya masih punya resolusi menemukan imam saya. Saya
perkuat ikhtiar saya (yang ga perlu saya jabarkan disini). Intinya saya juga
berusaha memperbaiki diri dan berusaha jadi orang yang lebih membuka diri dalam
pergaulan dan keluar dari zona nyaman (alias mager). Hasilnya sedikit banyak
lumayan lah, memang belum memuaskan. Disinilah lagi-lagi saya merasa saya
diuji, ketika kita sudah berusaha, sejauh mana kamu meyakini takdir mu bahwa yang
diberikan Allah mungkin belum seperti yang kamu mau. Kadang ada pikiran “Bahkan
udah sampai saya bawa doa-doa ini ke Tanah Suci, ya tapi kalau Allah bilang
belum sekarang, itu justru ujianmu Yus.”
Akibatnya
tahun ini juga saya jadi banyak belajar untuk lebih menyayangi dan menghargai
diri sendiri. Ketika usahamu belum menghasilkan sesuai harapanmu, pilihannya
adalah merutuki diri sendiri atau bersyukur dan memberi reward dirimu sekecil
apapun, bahwa setidaknya kamu sudah berusaha, dan nggak ada yang salah dari belum
tercapainya usahamu. Tahun 2019 saya juga mencoba ikut kelas untuk belajar
psikologi lebih menghargai diri sendiri. Saya sempat tertegun juga sih,
ternyata kita sering “menyakiti” diri kita dengan judging merasa bodoh,
merutuki saat salah, dll. Padahal harusnya setelah mengakui ‘oke saya salah’ diikuti
dengan ‘gapapa, besok lebih baik lagi ya.’ Se simple itu tapi bisa beda
hasilnya untuk psikologi kita.
Yah~
intinya tahun 2019 ini pencapaian saya di pekerjaan maupun permandarinan mungkin
belum ada sesuatu yang special (selain di pekerjaan saya kepilih jadi asisten
SVP yang saya justru menganggap itu amanah biasa aja sih), tapi yang saya coba
petik adalah tahun ini pencapaian lebih ke arah softskill untuk diri sendiri.


0 comments:
Post a Comment