Wednesday, August 03, 2016

Cinta Habibie



B. J. Habibie..
Yang saya tau Pak Habibie adalah mantan Presiden RI ke-3 yang ahli bikin pesawat terbang. Udah segitu aja, awalnya.
Rasa penasaran saya terhadap sosok ini timbul setelah nonton film Habibie & Ainun 4 tahun lalu. Film tersebut berhasil membuat saya ingin menelisik lebih jauh kisah hidup sosok jenius ini. Semakin banyak saya telisik kisah hidupnya semakin kagum lah saya pada Beliau. Terutama untuk keteladanan cintanya yang begitu besar. Setidaknya ada 2 cinta yang begitu besar ditunjukkan oleh Pak Habibie, cintanya pada Bu Ainun, dan cintanya pada Indonesia.

Cinta Habibie-Ainun..
Inilah salah satu contoh cinta sejati yang romantisme kisahnya bak kisah cinta Romeo & Juliet. Cinta yang saling mendukung, bahkan maut pun tak memadamkannya. *ya ampun so sweet nggak sih. Pak Habibie dan Bu Ainun membuktikan bahwa cinta sejati itu ada..
Kesetiaan Bu Ainun yang selalu menemani Pak Habibie, bersama berjuang hidup jauh di negeri seberang dengan kondisi yang tidak melulu mudah, hingga perhatian Bu Ainun terhadap obat yang harus dikonsumsi rutin Pak Habibie tetap nyata bahkan ketika Bu Ainun sendiri sedang sakit.

Ah~ saya sering berandai kelak menemukan Imam seperti Pak Habibie, yang mencintai Bu Ainun dengan segenap jiwa raganya.

Saking cintanya Pak Habibie pada Bu Ainun, salah satu syarat yang diajukan oleh Pak Habibie ketika Bu Ainun akan dimakamkan di TMP Kalibata adalah disediakan lahan kosong untuk makam Pak Habibie kelak di samping makam Bu Ainun. Saya juga ingin mengutip dialog Pak Habibie ketika Beliau diwawancara dalam acara di salah satu stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu:

Pembawa Acara: Pak Habibie sekarang tidak takut mati?”
BJ Habibie: “Tidak. Karena saya tau siapa disana yang nanti pertama menyambut saya, bukan hanya Ibu saya tapi ada Ainun yang akan nanya ‘hey! Kamu sekarang disini juga ya?’ Hahahaha..”

OMG..what could be sweeter than this?! *berkaca-kaca dan meleleh..

Cinta Habibie tersebut menunjukkan bagaimana pun sibuknya Beliau, cinta untuk keluarga terutama pasangan tetaplah nomor satu.

Pak Habibie & Bu Ainun jaman muda

Cinta Habibie pada Indonesia..
Jenius dan dihargai di Eropa tak lantas membuat kecintaan Pak Habibie pada Indonesia luntur sedikitpun. Beberapa waktu lalu saya nonton film Habibie & Ainun yang ke-2 alias Rudy Habibie. Yang udah nonton film itu pasti tau sosok Ilona Ianovska, gadis keturunan Polandia-Jerman yang pernah menjadi kekasih Pak Habibie saat Beliau menimba ilmu di Jerman. Ilona diceritakan mencintai Habibie cukup dalam, dan beberapa kali berusaha “membuka mata” Habibie bahwa ia akan memiliki jauh lebih banyak kesempatan gemilang jika memilih Eropa sebagai tempat berkaryanya dibanding pulang ke Indonesia. Bagi sebagian orang dan mungkin saya, pasti akan terpikir “iya ya.. mending gue pilih menetap aja dari pada pulang ke Indonesia yang belum pasti menjanjikan masa depan yang lebih cerah. Eropa meeen…” Tapi cintanya pada Indonesia membuat Habibie pulang ke Indonesia tatkala Beliau dipanggil untuk kembali. Sekembalinya ke Indonesia, seperti kita tau Beliau menjabat sebagai Menteri Negara Riset & Teknologi, Wakil Presiden, sampai akhirnya menjadi Presiden menggantikan Pak Harto.

Cinta Habibie pada Indonesia dan pesan Papinya yang selalu ia ingat: “menjadi mata air”, menjadikan Habibie kekeuh berkeinginan membangun Indonesia lewat caranya. Mimpinya untuk menjadikan Indonesia mampu membuat pesawat sendiri akhirnya terlaksana. Berapa besar pengorbanan, keringat dan air mata yang telah dicurahkan hanya Allah SWT, Pak Habibie, keluarga, dan orang-orang terdekatnya yang tau pasti.

Fakta.Masalah.Solusi.
 
Kini Pak Habibie telah berusia 80 tahun. Usia tidak mampu melunturkan semangatnya dalam membakar semangat generasi muda Indonesia. Dalam beberapa kali wawancara di acara televisi bisa dilihat bagaimana Beliau tetap berapi-api ketika berbicara, menyemangati dan masih optimis akan masa depan Indonesia.
Pak Habibie tidak mengenal saya, namun saya yakin seperti hal nya rakyat Indonesia lainnya,  saya tulus berdoa agar Beliau dikaruniai umur panjang dalam berkah dan sehat, bahagia selalu dan mendapat pahala berlimpah atas jasa-jasanya. Pak Habibie merupakan sosok hebat yang dimiliki Indonesia. Sejarah tentangnya menarik ditelisik.

Ohya, dalam rangka ulang tahun BJ Habibie yang ke-80 ini, ada acara Pameran foto Habibie dan gebyar aneka lomba yang diselenggarakan berbagai komunitas yang tergabung dalam Friends of Mandiri Museum. Pameran ini dibuka untuk umum mulai 24 Juli 2016 hingga 21 Agustus 2016 di Museum Bank Mandiri, Kota Tua - Jakarta Barat.

So guys,, event ini bisa jadi referensi kamu untuk memahami sosok BJ Habibie lebih dalam! :)

Friday, January 01, 2016

Hello 2016



Bismillah..

Setelah tahun lalu absen membuat resolusi, tahun ini coba memulai lagi.
Dalam hal pekerjaan, tahun 2015 diawali dengan penempatan saya di departemen baru, menghadapi pekerjaan baru yang saya sama sekali belum pernah menangani sebelumnya. Tantangan banget. Sebenarnya ketika itu saya diberi “privilege” oleh bos saya sebelumnya untuk bisa milih departemen mana yang saya mau masuki, saya pilihlah “Departemen A”. Namun rencana Alloh berkata lain. Ketika saya sampaikan ke salah satu pimpinan di kantor, Beliau tidak menolak namun member saya opsi “kamu mau nya Departemen A atau B?”. “Departemen A Pak..apakah Bapak ada pertimbangan lain?” *sambil dalam hati mikir Departemen B adalah salah satu yang saya hindari, selain karena terlihat ribet dan saya nggak yakin saya mampu langsung terjun kesitu, ditambah isu yang beredar bos di Departemen B itu nantinya sosok yang selama ini terkenal galak*
Namun setelah mendengar jawaban saya,  dia benar-benar memberikan pertimbangan ke saya “mending kamu di Departemen B, nanti kamu akan banyak belajar”. Saya terdiam karena bingung mau jawab apa. Akhirnya saat itu saya malah dengan polosnya bilang “Iya sih Pak, tapi katanya nanti bos nya Bapak X ya Pak.. saya takut Pak, kan Beliau galak” *ini jawaban emang enggak banget*
Si Bapak kemudian tertawa kecil mendengar jawaban saya sambil bilang “gapapa lah, namanya kerja, biasalah kalo ada dimarahi..dst dst”. “Yaudah pak saya pikir dulu ya Pak”. Seriously saya butuh waktu berpikir. Saya cari masukan ke beberapa orang, termasuk orang tua dan teman-teman yang saya percaya dan memiliki penilaian cukup objektif. Akhirnya setelah cari masukan sana-sini, bismillah saya memutuskan setuju di Departemen B tsb. Dalam hati sempet mikir “disaat gw punya privilege untuk milih dimana yang lain enggak, gw malah akhirnya ambil pilihan yang awalnya sama sekali gw hindari..tapi yasudahlah..mungkin ini jalan Nya yang terbaik..”

Dan sekarang, setahun kemudian… I thank Alloh for guiding me through this way. Saya 
bersyukur waktu itu saya “diarahkan” disini. I might be pessimistic and paranoid at first, but know im happy that I chose this place. Emang bos nya enggak galak? Siapa bilang.. beneran galak sih..haha..
Tapi seperti postingan saya sebelumnya, Beliau sekarang adalah sosok yang saya kagumi. Terlihat galak (dan memang bicaranya kadang meledak-ledak), tapi diluar itu sebenernya hatinya peka dan care. Saya ga akan mengulangi rincian kekaguman saya akan Beliau disini karena sudah saya tulis di post sebelumnya. Intinya, Alhamdulillah terima kasih ya Alloh, Kau pertemukan saya dengan Beliau. Dari sisi teman kerja juga baik, pekerjaannya sendiri.. berat sih memang, tapi kerja apa sih yang nggak berat? Hehe..
Dalam hal permandarinan, sebetulnya pencapaian terbesar saya sudah di tahun 2014, finally I made it! Went to China… hahaha…one of my dreams came true.

Akhirnya saya berharap di 2016 ini saya akan mencapai resolusi-resolusi yang belum tercapai.
Find my “imam”, live healthier, happier, worry less. Make my parents happy and proud =). Amin..

Oh.. dan mudah-mudahan bisa Go To LONDON nengokin teman baik saya! Amiiiin =)

Happy New Year. May Alloh bless our life ahead. Amiiin ya Robbal ‘Alamiin…

Wednesday, August 03, 2016

Cinta Habibie



B. J. Habibie..
Yang saya tau Pak Habibie adalah mantan Presiden RI ke-3 yang ahli bikin pesawat terbang. Udah segitu aja, awalnya.
Rasa penasaran saya terhadap sosok ini timbul setelah nonton film Habibie & Ainun 4 tahun lalu. Film tersebut berhasil membuat saya ingin menelisik lebih jauh kisah hidup sosok jenius ini. Semakin banyak saya telisik kisah hidupnya semakin kagum lah saya pada Beliau. Terutama untuk keteladanan cintanya yang begitu besar. Setidaknya ada 2 cinta yang begitu besar ditunjukkan oleh Pak Habibie, cintanya pada Bu Ainun, dan cintanya pada Indonesia.

Cinta Habibie-Ainun..
Inilah salah satu contoh cinta sejati yang romantisme kisahnya bak kisah cinta Romeo & Juliet. Cinta yang saling mendukung, bahkan maut pun tak memadamkannya. *ya ampun so sweet nggak sih. Pak Habibie dan Bu Ainun membuktikan bahwa cinta sejati itu ada..
Kesetiaan Bu Ainun yang selalu menemani Pak Habibie, bersama berjuang hidup jauh di negeri seberang dengan kondisi yang tidak melulu mudah, hingga perhatian Bu Ainun terhadap obat yang harus dikonsumsi rutin Pak Habibie tetap nyata bahkan ketika Bu Ainun sendiri sedang sakit.

Ah~ saya sering berandai kelak menemukan Imam seperti Pak Habibie, yang mencintai Bu Ainun dengan segenap jiwa raganya.

Saking cintanya Pak Habibie pada Bu Ainun, salah satu syarat yang diajukan oleh Pak Habibie ketika Bu Ainun akan dimakamkan di TMP Kalibata adalah disediakan lahan kosong untuk makam Pak Habibie kelak di samping makam Bu Ainun. Saya juga ingin mengutip dialog Pak Habibie ketika Beliau diwawancara dalam acara di salah satu stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu:

Pembawa Acara: Pak Habibie sekarang tidak takut mati?”
BJ Habibie: “Tidak. Karena saya tau siapa disana yang nanti pertama menyambut saya, bukan hanya Ibu saya tapi ada Ainun yang akan nanya ‘hey! Kamu sekarang disini juga ya?’ Hahahaha..”

OMG..what could be sweeter than this?! *berkaca-kaca dan meleleh..

Cinta Habibie tersebut menunjukkan bagaimana pun sibuknya Beliau, cinta untuk keluarga terutama pasangan tetaplah nomor satu.

Pak Habibie & Bu Ainun jaman muda

Cinta Habibie pada Indonesia..
Jenius dan dihargai di Eropa tak lantas membuat kecintaan Pak Habibie pada Indonesia luntur sedikitpun. Beberapa waktu lalu saya nonton film Habibie & Ainun yang ke-2 alias Rudy Habibie. Yang udah nonton film itu pasti tau sosok Ilona Ianovska, gadis keturunan Polandia-Jerman yang pernah menjadi kekasih Pak Habibie saat Beliau menimba ilmu di Jerman. Ilona diceritakan mencintai Habibie cukup dalam, dan beberapa kali berusaha “membuka mata” Habibie bahwa ia akan memiliki jauh lebih banyak kesempatan gemilang jika memilih Eropa sebagai tempat berkaryanya dibanding pulang ke Indonesia. Bagi sebagian orang dan mungkin saya, pasti akan terpikir “iya ya.. mending gue pilih menetap aja dari pada pulang ke Indonesia yang belum pasti menjanjikan masa depan yang lebih cerah. Eropa meeen…” Tapi cintanya pada Indonesia membuat Habibie pulang ke Indonesia tatkala Beliau dipanggil untuk kembali. Sekembalinya ke Indonesia, seperti kita tau Beliau menjabat sebagai Menteri Negara Riset & Teknologi, Wakil Presiden, sampai akhirnya menjadi Presiden menggantikan Pak Harto.

Cinta Habibie pada Indonesia dan pesan Papinya yang selalu ia ingat: “menjadi mata air”, menjadikan Habibie kekeuh berkeinginan membangun Indonesia lewat caranya. Mimpinya untuk menjadikan Indonesia mampu membuat pesawat sendiri akhirnya terlaksana. Berapa besar pengorbanan, keringat dan air mata yang telah dicurahkan hanya Allah SWT, Pak Habibie, keluarga, dan orang-orang terdekatnya yang tau pasti.

Fakta.Masalah.Solusi.
 
Kini Pak Habibie telah berusia 80 tahun. Usia tidak mampu melunturkan semangatnya dalam membakar semangat generasi muda Indonesia. Dalam beberapa kali wawancara di acara televisi bisa dilihat bagaimana Beliau tetap berapi-api ketika berbicara, menyemangati dan masih optimis akan masa depan Indonesia.
Pak Habibie tidak mengenal saya, namun saya yakin seperti hal nya rakyat Indonesia lainnya,  saya tulus berdoa agar Beliau dikaruniai umur panjang dalam berkah dan sehat, bahagia selalu dan mendapat pahala berlimpah atas jasa-jasanya. Pak Habibie merupakan sosok hebat yang dimiliki Indonesia. Sejarah tentangnya menarik ditelisik.

Ohya, dalam rangka ulang tahun BJ Habibie yang ke-80 ini, ada acara Pameran foto Habibie dan gebyar aneka lomba yang diselenggarakan berbagai komunitas yang tergabung dalam Friends of Mandiri Museum. Pameran ini dibuka untuk umum mulai 24 Juli 2016 hingga 21 Agustus 2016 di Museum Bank Mandiri, Kota Tua - Jakarta Barat.

So guys,, event ini bisa jadi referensi kamu untuk memahami sosok BJ Habibie lebih dalam! :)

Friday, January 01, 2016

Hello 2016



Bismillah..

Setelah tahun lalu absen membuat resolusi, tahun ini coba memulai lagi.
Dalam hal pekerjaan, tahun 2015 diawali dengan penempatan saya di departemen baru, menghadapi pekerjaan baru yang saya sama sekali belum pernah menangani sebelumnya. Tantangan banget. Sebenarnya ketika itu saya diberi “privilege” oleh bos saya sebelumnya untuk bisa milih departemen mana yang saya mau masuki, saya pilihlah “Departemen A”. Namun rencana Alloh berkata lain. Ketika saya sampaikan ke salah satu pimpinan di kantor, Beliau tidak menolak namun member saya opsi “kamu mau nya Departemen A atau B?”. “Departemen A Pak..apakah Bapak ada pertimbangan lain?” *sambil dalam hati mikir Departemen B adalah salah satu yang saya hindari, selain karena terlihat ribet dan saya nggak yakin saya mampu langsung terjun kesitu, ditambah isu yang beredar bos di Departemen B itu nantinya sosok yang selama ini terkenal galak*
Namun setelah mendengar jawaban saya,  dia benar-benar memberikan pertimbangan ke saya “mending kamu di Departemen B, nanti kamu akan banyak belajar”. Saya terdiam karena bingung mau jawab apa. Akhirnya saat itu saya malah dengan polosnya bilang “Iya sih Pak, tapi katanya nanti bos nya Bapak X ya Pak.. saya takut Pak, kan Beliau galak” *ini jawaban emang enggak banget*
Si Bapak kemudian tertawa kecil mendengar jawaban saya sambil bilang “gapapa lah, namanya kerja, biasalah kalo ada dimarahi..dst dst”. “Yaudah pak saya pikir dulu ya Pak”. Seriously saya butuh waktu berpikir. Saya cari masukan ke beberapa orang, termasuk orang tua dan teman-teman yang saya percaya dan memiliki penilaian cukup objektif. Akhirnya setelah cari masukan sana-sini, bismillah saya memutuskan setuju di Departemen B tsb. Dalam hati sempet mikir “disaat gw punya privilege untuk milih dimana yang lain enggak, gw malah akhirnya ambil pilihan yang awalnya sama sekali gw hindari..tapi yasudahlah..mungkin ini jalan Nya yang terbaik..”

Dan sekarang, setahun kemudian… I thank Alloh for guiding me through this way. Saya 
bersyukur waktu itu saya “diarahkan” disini. I might be pessimistic and paranoid at first, but know im happy that I chose this place. Emang bos nya enggak galak? Siapa bilang.. beneran galak sih..haha..
Tapi seperti postingan saya sebelumnya, Beliau sekarang adalah sosok yang saya kagumi. Terlihat galak (dan memang bicaranya kadang meledak-ledak), tapi diluar itu sebenernya hatinya peka dan care. Saya ga akan mengulangi rincian kekaguman saya akan Beliau disini karena sudah saya tulis di post sebelumnya. Intinya, Alhamdulillah terima kasih ya Alloh, Kau pertemukan saya dengan Beliau. Dari sisi teman kerja juga baik, pekerjaannya sendiri.. berat sih memang, tapi kerja apa sih yang nggak berat? Hehe..
Dalam hal permandarinan, sebetulnya pencapaian terbesar saya sudah di tahun 2014, finally I made it! Went to China… hahaha…one of my dreams came true.

Akhirnya saya berharap di 2016 ini saya akan mencapai resolusi-resolusi yang belum tercapai.
Find my “imam”, live healthier, happier, worry less. Make my parents happy and proud =). Amin..

Oh.. dan mudah-mudahan bisa Go To LONDON nengokin teman baik saya! Amiiiin =)

Happy New Year. May Alloh bless our life ahead. Amiiin ya Robbal ‘Alamiin…
 

Goresan Kalimatku Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates