Wednesday, August 03, 2016

Cinta Habibie



B. J. Habibie..
Yang saya tau Pak Habibie adalah mantan Presiden RI ke-3 yang ahli bikin pesawat terbang. Udah segitu aja, awalnya.
Rasa penasaran saya terhadap sosok ini timbul setelah nonton film Habibie & Ainun 4 tahun lalu. Film tersebut berhasil membuat saya ingin menelisik lebih jauh kisah hidup sosok jenius ini. Semakin banyak saya telisik kisah hidupnya semakin kagum lah saya pada Beliau. Terutama untuk keteladanan cintanya yang begitu besar. Setidaknya ada 2 cinta yang begitu besar ditunjukkan oleh Pak Habibie, cintanya pada Bu Ainun, dan cintanya pada Indonesia.

Cinta Habibie-Ainun..
Inilah salah satu contoh cinta sejati yang romantisme kisahnya bak kisah cinta Romeo & Juliet. Cinta yang saling mendukung, bahkan maut pun tak memadamkannya. *ya ampun so sweet nggak sih. Pak Habibie dan Bu Ainun membuktikan bahwa cinta sejati itu ada..
Kesetiaan Bu Ainun yang selalu menemani Pak Habibie, bersama berjuang hidup jauh di negeri seberang dengan kondisi yang tidak melulu mudah, hingga perhatian Bu Ainun terhadap obat yang harus dikonsumsi rutin Pak Habibie tetap nyata bahkan ketika Bu Ainun sendiri sedang sakit.

Ah~ saya sering berandai kelak menemukan Imam seperti Pak Habibie, yang mencintai Bu Ainun dengan segenap jiwa raganya.

Saking cintanya Pak Habibie pada Bu Ainun, salah satu syarat yang diajukan oleh Pak Habibie ketika Bu Ainun akan dimakamkan di TMP Kalibata adalah disediakan lahan kosong untuk makam Pak Habibie kelak di samping makam Bu Ainun. Saya juga ingin mengutip dialog Pak Habibie ketika Beliau diwawancara dalam acara di salah satu stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu:

Pembawa Acara: Pak Habibie sekarang tidak takut mati?”
BJ Habibie: “Tidak. Karena saya tau siapa disana yang nanti pertama menyambut saya, bukan hanya Ibu saya tapi ada Ainun yang akan nanya ‘hey! Kamu sekarang disini juga ya?’ Hahahaha..”

OMG..what could be sweeter than this?! *berkaca-kaca dan meleleh..

Cinta Habibie tersebut menunjukkan bagaimana pun sibuknya Beliau, cinta untuk keluarga terutama pasangan tetaplah nomor satu.

Pak Habibie & Bu Ainun jaman muda

Cinta Habibie pada Indonesia..
Jenius dan dihargai di Eropa tak lantas membuat kecintaan Pak Habibie pada Indonesia luntur sedikitpun. Beberapa waktu lalu saya nonton film Habibie & Ainun yang ke-2 alias Rudy Habibie. Yang udah nonton film itu pasti tau sosok Ilona Ianovska, gadis keturunan Polandia-Jerman yang pernah menjadi kekasih Pak Habibie saat Beliau menimba ilmu di Jerman. Ilona diceritakan mencintai Habibie cukup dalam, dan beberapa kali berusaha “membuka mata” Habibie bahwa ia akan memiliki jauh lebih banyak kesempatan gemilang jika memilih Eropa sebagai tempat berkaryanya dibanding pulang ke Indonesia. Bagi sebagian orang dan mungkin saya, pasti akan terpikir “iya ya.. mending gue pilih menetap aja dari pada pulang ke Indonesia yang belum pasti menjanjikan masa depan yang lebih cerah. Eropa meeen…” Tapi cintanya pada Indonesia membuat Habibie pulang ke Indonesia tatkala Beliau dipanggil untuk kembali. Sekembalinya ke Indonesia, seperti kita tau Beliau menjabat sebagai Menteri Negara Riset & Teknologi, Wakil Presiden, sampai akhirnya menjadi Presiden menggantikan Pak Harto.

Cinta Habibie pada Indonesia dan pesan Papinya yang selalu ia ingat: “menjadi mata air”, menjadikan Habibie kekeuh berkeinginan membangun Indonesia lewat caranya. Mimpinya untuk menjadikan Indonesia mampu membuat pesawat sendiri akhirnya terlaksana. Berapa besar pengorbanan, keringat dan air mata yang telah dicurahkan hanya Allah SWT, Pak Habibie, keluarga, dan orang-orang terdekatnya yang tau pasti.

Fakta.Masalah.Solusi.
 
Kini Pak Habibie telah berusia 80 tahun. Usia tidak mampu melunturkan semangatnya dalam membakar semangat generasi muda Indonesia. Dalam beberapa kali wawancara di acara televisi bisa dilihat bagaimana Beliau tetap berapi-api ketika berbicara, menyemangati dan masih optimis akan masa depan Indonesia.
Pak Habibie tidak mengenal saya, namun saya yakin seperti hal nya rakyat Indonesia lainnya,  saya tulus berdoa agar Beliau dikaruniai umur panjang dalam berkah dan sehat, bahagia selalu dan mendapat pahala berlimpah atas jasa-jasanya. Pak Habibie merupakan sosok hebat yang dimiliki Indonesia. Sejarah tentangnya menarik ditelisik.

Ohya, dalam rangka ulang tahun BJ Habibie yang ke-80 ini, ada acara Pameran foto Habibie dan gebyar aneka lomba yang diselenggarakan berbagai komunitas yang tergabung dalam Friends of Mandiri Museum. Pameran ini dibuka untuk umum mulai 24 Juli 2016 hingga 21 Agustus 2016 di Museum Bank Mandiri, Kota Tua - Jakarta Barat.

So guys,, event ini bisa jadi referensi kamu untuk memahami sosok BJ Habibie lebih dalam! :)

Friday, January 01, 2016

Hello 2016



Bismillah..

Setelah tahun lalu absen membuat resolusi, tahun ini coba memulai lagi.
Dalam hal pekerjaan, tahun 2015 diawali dengan penempatan saya di departemen baru, menghadapi pekerjaan baru yang saya sama sekali belum pernah menangani sebelumnya. Tantangan banget. Sebenarnya ketika itu saya diberi “privilege” oleh bos saya sebelumnya untuk bisa milih departemen mana yang saya mau masuki, saya pilihlah “Departemen A”. Namun rencana Alloh berkata lain. Ketika saya sampaikan ke salah satu pimpinan di kantor, Beliau tidak menolak namun member saya opsi “kamu mau nya Departemen A atau B?”. “Departemen A Pak..apakah Bapak ada pertimbangan lain?” *sambil dalam hati mikir Departemen B adalah salah satu yang saya hindari, selain karena terlihat ribet dan saya nggak yakin saya mampu langsung terjun kesitu, ditambah isu yang beredar bos di Departemen B itu nantinya sosok yang selama ini terkenal galak*
Namun setelah mendengar jawaban saya,  dia benar-benar memberikan pertimbangan ke saya “mending kamu di Departemen B, nanti kamu akan banyak belajar”. Saya terdiam karena bingung mau jawab apa. Akhirnya saat itu saya malah dengan polosnya bilang “Iya sih Pak, tapi katanya nanti bos nya Bapak X ya Pak.. saya takut Pak, kan Beliau galak” *ini jawaban emang enggak banget*
Si Bapak kemudian tertawa kecil mendengar jawaban saya sambil bilang “gapapa lah, namanya kerja, biasalah kalo ada dimarahi..dst dst”. “Yaudah pak saya pikir dulu ya Pak”. Seriously saya butuh waktu berpikir. Saya cari masukan ke beberapa orang, termasuk orang tua dan teman-teman yang saya percaya dan memiliki penilaian cukup objektif. Akhirnya setelah cari masukan sana-sini, bismillah saya memutuskan setuju di Departemen B tsb. Dalam hati sempet mikir “disaat gw punya privilege untuk milih dimana yang lain enggak, gw malah akhirnya ambil pilihan yang awalnya sama sekali gw hindari..tapi yasudahlah..mungkin ini jalan Nya yang terbaik..”

Dan sekarang, setahun kemudian… I thank Alloh for guiding me through this way. Saya 
bersyukur waktu itu saya “diarahkan” disini. I might be pessimistic and paranoid at first, but know im happy that I chose this place. Emang bos nya enggak galak? Siapa bilang.. beneran galak sih..haha..
Tapi seperti postingan saya sebelumnya, Beliau sekarang adalah sosok yang saya kagumi. Terlihat galak (dan memang bicaranya kadang meledak-ledak), tapi diluar itu sebenernya hatinya peka dan care. Saya ga akan mengulangi rincian kekaguman saya akan Beliau disini karena sudah saya tulis di post sebelumnya. Intinya, Alhamdulillah terima kasih ya Alloh, Kau pertemukan saya dengan Beliau. Dari sisi teman kerja juga baik, pekerjaannya sendiri.. berat sih memang, tapi kerja apa sih yang nggak berat? Hehe..
Dalam hal permandarinan, sebetulnya pencapaian terbesar saya sudah di tahun 2014, finally I made it! Went to China… hahaha…one of my dreams came true.

Akhirnya saya berharap di 2016 ini saya akan mencapai resolusi-resolusi yang belum tercapai.
Find my “imam”, live healthier, happier, worry less. Make my parents happy and proud =). Amin..

Oh.. dan mudah-mudahan bisa Go To LONDON nengokin teman baik saya! Amiiiin =)

Happy New Year. May Alloh bless our life ahead. Amiiin ya Robbal ‘Alamiin…

Saturday, December 26, 2015

Trip to Beijing-Shanghai - Day 5-6-7

Previous: Trip to Beijing - Shanghai - Day 4


Bismillah..

Setelah niat menulis yang pasang surut, saya berniat untuk menuntaskan tulisan trip saya ke Zhongguo hampir 2 th lalu… hahaha.. *makanya dirangkap tulisan trip 3 hari sekaligus.

Hari ke-5
Kalo kalian ngikutin postingan tentang trip zhongguo saya dari awal, pasti tau cerita saya ditolak hotel di Shanghai di postingan sebelumnya. Nah, singkatnya saya ditolong oleh rekan kantor yang ada di Cabang Shanghai. Sesuai komunikasi sebelumnya, jadilah di pagi hari ke-5 ini saya bersama Dewi boyongan ke kantor cabang di Shanghai. Dengan penampilan yang enggak kece banget (jaket tebal ala pakaian musim dingin, bawa tas gembolan, koper, kresek) naik MRT ke kantor cabang. Asyiknya disana orang pada cuek dan ngga peduli (well, mungkin ngebatin sih, ini orang darimana..haha) walopun kami gerek-gerek koper plus gembolan tadi dari hotel sampai ke stasiun MRT sampai MRT, turun MRT, nanya-nanya alamat ke security, sampai akhirnya kami sampai dengan selamat di kantor cabang. *udah kepikir untung di gedung lokasi kantor cabang kami nggak diusir security, kan aneh di gedung perkantoran ada 2 orang berpakaian aneh bawa gembolan banyak =P *
Setelah titip barang dan ngobrol-ngobrol bentar, sampe ketemu GM nya kantor cabang *good banget, sampe GM pun tahu. Pastilah setelah itu nama saya harum sebagai anak ilang yang ditolak hotel di Shanghai* akhirnya kami berdua melanjutkan trip di Shanghai. Yang berkesan pas di Shanghai ini kami bener-bener ngebolang berdua. Kalau di Beijing kami masih menggantungkan nasib ke teman kami, di Shanghai kami nekat aja baca MRT dan tanya-tanya.
Lu Jia Zui Road, deket tempat kantor cabang kami
Hari ke-5 ini kami ke Yu Yuan Garden, jalan-jalan di landmarknya Shanghai yaitu The Bund, ke Madam Tussaud, belanja ke Han City, dan last but not least: ke Waibaidu Bridge! Apa yang special dari jembatan ini? Jembatan biasa sih, tapi saya pribadi pengen banget kesini karena ini lokasi syuting salah satu Drama China kesukaan saya yaitu Kabut Cinta (情深深雨蒙蒙). Disini banyak adegan memorable, jadi sedari awal saya udah bilang ke Dewi pas ke Shanghai saya mau ke jembatan ini. Dan berbekal googling akhirnya tau nama jembatan dan lokasinya.
Salah satu spot favorit saya di Yu Yuan Garden. Berasa kembali ke ribuan tahun silam

The Bund

Hey,I'm in Shanghai!

Tembok Tulisan "Waibaidu Bridge"

Ini loh Waibaidu Bridge yang jadi tempat shooting Qing Shen Shen Yu Meng Meng. Tempat Yiping loncat.hehe..
 
Di museum Madam Tussaud sebenernya satu tujuan saya adalah: foto sama patungnya Vicki Zhao. Ini artis China kesukaan saya yang main Kabut Cinta dan Putri Huan Zhu. Kalo yang pernah nonton Putri Huan Zhu pasti tau pemeran Xiao Yanzi ini..
Patungnya Zhao Wei *abaikan pose yang alay ini*
Yang menarik juga ketika kami belanja ke Han City untuk cari oleh-oleh, disitu kami yang sebenernya nggak pinter2 amat nawar tapi berbekal bahasa Mandarin yang agak belepotan kami bisa minta diskon. Ya, Chinese itu tega banget kalo ngasih harga. Pas di salah satu took saya beli taplak meja bisa dapet harga 1/3 dari harga awal *saya sampe shock*, waktu itu saya nawarnya pake alasan itu buat Ibu saya (emang bener kok). Ya, mungkin penjualnya adalah tipe kokoh sayang ibu juga kali ya.. Kami belanja agak banyak di cici ini nih, bahkan sempet foto bareng buat kenang-kenangan. Dan dia bilang lain kali kalo ke Shanghai lagi mampir agar ke tempat dia.
Foto bareng cici penjual di Han City, tempat kami banyak beli buat oleh-oleh


Hari ke-6
Di hari ke-6 kami ke Happy Valley, agenda kali ini mengikuti keinginannya Dewi yang kepengen banget naik wooden roller coaster nya. Jauh sebelum berangkat ke zhongguo dia udah pengen banget kesana dan pesan supaya kami mengagendakan kesana *ya kaya saya pengen banget ke Waibaidu bridge itu*
Sebenernya saya anaknya cupu dan nggak berani naik atraksi menantang adrenalin gitu kalo di Dufan, tapi berhubung ini di Shanghai dan udah bayar mahal, okelah saya ikut naik wooden roller coaster itu *dan saya menyesal* Rasanya beneran kaya mau mati pas diatas *cupu kan* Akibatnya pas Dewi ngajakin lagi naik wahana yang lebih ekstrim saya angkat tangan. Saya mending duduk cantik aja. Kemudian kami nonton show gitu, semacam drama teatrikal berlatar Shanghai tahun 30an gitu, tapi action nya keren banget. Ini ga bohong, efek ledakan, tembakan, dll nya bener-bener keren. Kita yang awalnya underestimate dan masuk cuma gara-gara dibujuk mas-mas nya, langsung merasa ga menyesal udah nonton.
Walopun jantung berasa mau copot, abis naik wahanya harus diabadikan
Teatrikal Shanghai Tan yang surprisingly bagus

Pas show nya selesai
 
Foto sama salah satu pemainnya. Ekspresinya nggak sinkron sama adegan nya.
Ada kejadian menarik pas kami beli makan siang. Karena bingung mau makan apa akhirnya kami beli yang udah jelas aja: Sate Kambing kaya yang kami makan waktu di Beijing. Waktu itu yang jual jenggotan, mungkin keturunan india atau semacamnya gitu. Pas kami beli dua tusuk (fyi sate disana gede banget jadi 1 tusuk aja udah cukup kenyang). Si penjual itu nanya “yindu? (India?)” dia menyangka kami dari India. Lalu kami menggeleng sambil bilang “Yin Du Ni Xi Ya, Yinni.. (Indonesia)”. Lalu si Bapak itu tersenyum sambil ngasih kami 3 tusuk.. Yeay kami dikasih bonus 1 tusuk! Saking bingung nya kami Cuma bilang xie xie *agak menyesal nggak bilang assalamualaikum, menurut hipotesa kami mungkin Bapak itu muslim juga jadi ngasih bonus..hehe..~
Ini loh satenya segede-gede gini. Dikasih 3 :P

Sebenernya pengen banget naik becak ala Shanghai th 30an, tapi karena gagal cukup naik patung nya aja.


Hari ke-7
Akhirnya tiba juga hari kepulangan kami ke Indonesia. Seminggu berasa sangat cepat dan kami udah harus kembali. Diantar mbak Nola ke depan apartemennya untuk kami naik taksi ke Bandara, mbak Nola bilang ke Supir untuk diantar ke Bandara. Sepanjang perjalanan kami cuma diam, supirnya pun diam. Tapi setelah sampai di Bandara si supir nanya pake zhongwen nanya kami di pintu berapa. Dengan agak meraba-raba omongannya kami menyebut pintunya *dan untungnya karena dari kejauhan kami liat lambang Garuda Indonesia di salah satu pintu*
Kami pulang naik Garuda Alhamdulillah pas dapet tiket diskon, 50% dibanding harga biasa. Alhamdulillah banget, maskapai Indonesia pula (entah kenapa berasa lebih tenang).
Ada kejadian lucu ketika kami melewati salah satu mesin scanner di bandara. Mungkin karena kasihan liat saya dan Dewi rempong dengan banyak barang, si kokoh penjaga scanner langsung mempersilahkan kami tanpa banyak diperiksa, diperiksa sekenanya aja. Lalu pas dia lihat salah satu bawaan saya, yang mana itu adalah sepatu yang dititipkan oleh mbak Nola untuk kerabatnya salah satu boss di tempat saya, si kokoh petugas komen “Nike?” *udah takut bakal ditanya macem-macem, untungnya enggak*
Akhirnya begitulah trip singkat kami ke Beijing dan Shanghai. Mewujudkan impian kami yang sedari lama sampe temple-tempel di meja kerja supaya termotivasi dan kejadian beneran. Iya, saya percaya dengan visualisasi mimpi akan mensugesti alam bawah sadar kita untuk terpacu mewujudkan mimpi itu. Tentunya plus berdoa, karena apapun nggak akan terjadi selain dengan izin Allah SWT. =)
See you in another post!

Rempong jadi nggak ada stylist nya sama sekali

Hui Yin Ni :)

Monday, November 02, 2015

Notes for you - part 2

This note is still for you, Sir..
While im writing this on my way home *iya, lagi di jalan..ga bisa banget ya nunggu sampe rumah dulu baru nulis. Gini deh kalo lagi pengen nulis takut feel nya udah ga dapet lagi * :'}

Rasanya sedih denger berita itu lagi, berita dimana sosok yang saya kagumi akan berpindah..

Mungkin saya lebay, mungkin saya baper, mungkin saya egois, untuk merasa nggak rela sosok yang saya kagumi itu pindah :'(
Sebenernya udah sering saya berusaha supaya ikhlas. Da saya mah apa atuh..punya kuasa apa untuk menahan kalo bener Beliau harus pindah. Dan kalopun itu jadi, pasti itu baik buat Beliau, membuka peluang yang lebih luas untuk Beliau.
Saya mah apa atuh cuma orang yang simpatik aja sama Beliau.. :')

Agak lebay sih ya kesannya. Tapi saya cuma berusaha jujur dengan diri saya sendiri bahwa saya baru kali ini ngerasa segitu simpatiknya sama atasan karena merasa diajari banyak hal, teknis maupun non teknis, dan bertemu dengan sosok yang walaupun terlihat galak tapi sebenernya dalam hati sangat lembut dan baik hati..
*sedih lagi kan.. :'(

Apalagi yang bisa saya bilang.. sedih sih.. sisi childish saya bilang rasanya pengen ngikut pindah tapi manalah bisa dan...em..entahlah..

Sudahlah..daripada semakin sedih dan tak berujung tulisan ini. I always wish u all the best, Sir.. :)

Wednesday, August 03, 2016

Cinta Habibie



B. J. Habibie..
Yang saya tau Pak Habibie adalah mantan Presiden RI ke-3 yang ahli bikin pesawat terbang. Udah segitu aja, awalnya.
Rasa penasaran saya terhadap sosok ini timbul setelah nonton film Habibie & Ainun 4 tahun lalu. Film tersebut berhasil membuat saya ingin menelisik lebih jauh kisah hidup sosok jenius ini. Semakin banyak saya telisik kisah hidupnya semakin kagum lah saya pada Beliau. Terutama untuk keteladanan cintanya yang begitu besar. Setidaknya ada 2 cinta yang begitu besar ditunjukkan oleh Pak Habibie, cintanya pada Bu Ainun, dan cintanya pada Indonesia.

Cinta Habibie-Ainun..
Inilah salah satu contoh cinta sejati yang romantisme kisahnya bak kisah cinta Romeo & Juliet. Cinta yang saling mendukung, bahkan maut pun tak memadamkannya. *ya ampun so sweet nggak sih. Pak Habibie dan Bu Ainun membuktikan bahwa cinta sejati itu ada..
Kesetiaan Bu Ainun yang selalu menemani Pak Habibie, bersama berjuang hidup jauh di negeri seberang dengan kondisi yang tidak melulu mudah, hingga perhatian Bu Ainun terhadap obat yang harus dikonsumsi rutin Pak Habibie tetap nyata bahkan ketika Bu Ainun sendiri sedang sakit.

Ah~ saya sering berandai kelak menemukan Imam seperti Pak Habibie, yang mencintai Bu Ainun dengan segenap jiwa raganya.

Saking cintanya Pak Habibie pada Bu Ainun, salah satu syarat yang diajukan oleh Pak Habibie ketika Bu Ainun akan dimakamkan di TMP Kalibata adalah disediakan lahan kosong untuk makam Pak Habibie kelak di samping makam Bu Ainun. Saya juga ingin mengutip dialog Pak Habibie ketika Beliau diwawancara dalam acara di salah satu stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu:

Pembawa Acara: Pak Habibie sekarang tidak takut mati?”
BJ Habibie: “Tidak. Karena saya tau siapa disana yang nanti pertama menyambut saya, bukan hanya Ibu saya tapi ada Ainun yang akan nanya ‘hey! Kamu sekarang disini juga ya?’ Hahahaha..”

OMG..what could be sweeter than this?! *berkaca-kaca dan meleleh..

Cinta Habibie tersebut menunjukkan bagaimana pun sibuknya Beliau, cinta untuk keluarga terutama pasangan tetaplah nomor satu.

Pak Habibie & Bu Ainun jaman muda

Cinta Habibie pada Indonesia..
Jenius dan dihargai di Eropa tak lantas membuat kecintaan Pak Habibie pada Indonesia luntur sedikitpun. Beberapa waktu lalu saya nonton film Habibie & Ainun yang ke-2 alias Rudy Habibie. Yang udah nonton film itu pasti tau sosok Ilona Ianovska, gadis keturunan Polandia-Jerman yang pernah menjadi kekasih Pak Habibie saat Beliau menimba ilmu di Jerman. Ilona diceritakan mencintai Habibie cukup dalam, dan beberapa kali berusaha “membuka mata” Habibie bahwa ia akan memiliki jauh lebih banyak kesempatan gemilang jika memilih Eropa sebagai tempat berkaryanya dibanding pulang ke Indonesia. Bagi sebagian orang dan mungkin saya, pasti akan terpikir “iya ya.. mending gue pilih menetap aja dari pada pulang ke Indonesia yang belum pasti menjanjikan masa depan yang lebih cerah. Eropa meeen…” Tapi cintanya pada Indonesia membuat Habibie pulang ke Indonesia tatkala Beliau dipanggil untuk kembali. Sekembalinya ke Indonesia, seperti kita tau Beliau menjabat sebagai Menteri Negara Riset & Teknologi, Wakil Presiden, sampai akhirnya menjadi Presiden menggantikan Pak Harto.

Cinta Habibie pada Indonesia dan pesan Papinya yang selalu ia ingat: “menjadi mata air”, menjadikan Habibie kekeuh berkeinginan membangun Indonesia lewat caranya. Mimpinya untuk menjadikan Indonesia mampu membuat pesawat sendiri akhirnya terlaksana. Berapa besar pengorbanan, keringat dan air mata yang telah dicurahkan hanya Allah SWT, Pak Habibie, keluarga, dan orang-orang terdekatnya yang tau pasti.

Fakta.Masalah.Solusi.
 
Kini Pak Habibie telah berusia 80 tahun. Usia tidak mampu melunturkan semangatnya dalam membakar semangat generasi muda Indonesia. Dalam beberapa kali wawancara di acara televisi bisa dilihat bagaimana Beliau tetap berapi-api ketika berbicara, menyemangati dan masih optimis akan masa depan Indonesia.
Pak Habibie tidak mengenal saya, namun saya yakin seperti hal nya rakyat Indonesia lainnya,  saya tulus berdoa agar Beliau dikaruniai umur panjang dalam berkah dan sehat, bahagia selalu dan mendapat pahala berlimpah atas jasa-jasanya. Pak Habibie merupakan sosok hebat yang dimiliki Indonesia. Sejarah tentangnya menarik ditelisik.

Ohya, dalam rangka ulang tahun BJ Habibie yang ke-80 ini, ada acara Pameran foto Habibie dan gebyar aneka lomba yang diselenggarakan berbagai komunitas yang tergabung dalam Friends of Mandiri Museum. Pameran ini dibuka untuk umum mulai 24 Juli 2016 hingga 21 Agustus 2016 di Museum Bank Mandiri, Kota Tua - Jakarta Barat.

So guys,, event ini bisa jadi referensi kamu untuk memahami sosok BJ Habibie lebih dalam! :)

Friday, January 01, 2016

Hello 2016



Bismillah..

Setelah tahun lalu absen membuat resolusi, tahun ini coba memulai lagi.
Dalam hal pekerjaan, tahun 2015 diawali dengan penempatan saya di departemen baru, menghadapi pekerjaan baru yang saya sama sekali belum pernah menangani sebelumnya. Tantangan banget. Sebenarnya ketika itu saya diberi “privilege” oleh bos saya sebelumnya untuk bisa milih departemen mana yang saya mau masuki, saya pilihlah “Departemen A”. Namun rencana Alloh berkata lain. Ketika saya sampaikan ke salah satu pimpinan di kantor, Beliau tidak menolak namun member saya opsi “kamu mau nya Departemen A atau B?”. “Departemen A Pak..apakah Bapak ada pertimbangan lain?” *sambil dalam hati mikir Departemen B adalah salah satu yang saya hindari, selain karena terlihat ribet dan saya nggak yakin saya mampu langsung terjun kesitu, ditambah isu yang beredar bos di Departemen B itu nantinya sosok yang selama ini terkenal galak*
Namun setelah mendengar jawaban saya,  dia benar-benar memberikan pertimbangan ke saya “mending kamu di Departemen B, nanti kamu akan banyak belajar”. Saya terdiam karena bingung mau jawab apa. Akhirnya saat itu saya malah dengan polosnya bilang “Iya sih Pak, tapi katanya nanti bos nya Bapak X ya Pak.. saya takut Pak, kan Beliau galak” *ini jawaban emang enggak banget*
Si Bapak kemudian tertawa kecil mendengar jawaban saya sambil bilang “gapapa lah, namanya kerja, biasalah kalo ada dimarahi..dst dst”. “Yaudah pak saya pikir dulu ya Pak”. Seriously saya butuh waktu berpikir. Saya cari masukan ke beberapa orang, termasuk orang tua dan teman-teman yang saya percaya dan memiliki penilaian cukup objektif. Akhirnya setelah cari masukan sana-sini, bismillah saya memutuskan setuju di Departemen B tsb. Dalam hati sempet mikir “disaat gw punya privilege untuk milih dimana yang lain enggak, gw malah akhirnya ambil pilihan yang awalnya sama sekali gw hindari..tapi yasudahlah..mungkin ini jalan Nya yang terbaik..”

Dan sekarang, setahun kemudian… I thank Alloh for guiding me through this way. Saya 
bersyukur waktu itu saya “diarahkan” disini. I might be pessimistic and paranoid at first, but know im happy that I chose this place. Emang bos nya enggak galak? Siapa bilang.. beneran galak sih..haha..
Tapi seperti postingan saya sebelumnya, Beliau sekarang adalah sosok yang saya kagumi. Terlihat galak (dan memang bicaranya kadang meledak-ledak), tapi diluar itu sebenernya hatinya peka dan care. Saya ga akan mengulangi rincian kekaguman saya akan Beliau disini karena sudah saya tulis di post sebelumnya. Intinya, Alhamdulillah terima kasih ya Alloh, Kau pertemukan saya dengan Beliau. Dari sisi teman kerja juga baik, pekerjaannya sendiri.. berat sih memang, tapi kerja apa sih yang nggak berat? Hehe..
Dalam hal permandarinan, sebetulnya pencapaian terbesar saya sudah di tahun 2014, finally I made it! Went to China… hahaha…one of my dreams came true.

Akhirnya saya berharap di 2016 ini saya akan mencapai resolusi-resolusi yang belum tercapai.
Find my “imam”, live healthier, happier, worry less. Make my parents happy and proud =). Amin..

Oh.. dan mudah-mudahan bisa Go To LONDON nengokin teman baik saya! Amiiiin =)

Happy New Year. May Alloh bless our life ahead. Amiiin ya Robbal ‘Alamiin…

Saturday, December 26, 2015

Trip to Beijing-Shanghai - Day 5-6-7

Previous: Trip to Beijing - Shanghai - Day 4


Bismillah..

Setelah niat menulis yang pasang surut, saya berniat untuk menuntaskan tulisan trip saya ke Zhongguo hampir 2 th lalu… hahaha.. *makanya dirangkap tulisan trip 3 hari sekaligus.

Hari ke-5
Kalo kalian ngikutin postingan tentang trip zhongguo saya dari awal, pasti tau cerita saya ditolak hotel di Shanghai di postingan sebelumnya. Nah, singkatnya saya ditolong oleh rekan kantor yang ada di Cabang Shanghai. Sesuai komunikasi sebelumnya, jadilah di pagi hari ke-5 ini saya bersama Dewi boyongan ke kantor cabang di Shanghai. Dengan penampilan yang enggak kece banget (jaket tebal ala pakaian musim dingin, bawa tas gembolan, koper, kresek) naik MRT ke kantor cabang. Asyiknya disana orang pada cuek dan ngga peduli (well, mungkin ngebatin sih, ini orang darimana..haha) walopun kami gerek-gerek koper plus gembolan tadi dari hotel sampai ke stasiun MRT sampai MRT, turun MRT, nanya-nanya alamat ke security, sampai akhirnya kami sampai dengan selamat di kantor cabang. *udah kepikir untung di gedung lokasi kantor cabang kami nggak diusir security, kan aneh di gedung perkantoran ada 2 orang berpakaian aneh bawa gembolan banyak =P *
Setelah titip barang dan ngobrol-ngobrol bentar, sampe ketemu GM nya kantor cabang *good banget, sampe GM pun tahu. Pastilah setelah itu nama saya harum sebagai anak ilang yang ditolak hotel di Shanghai* akhirnya kami berdua melanjutkan trip di Shanghai. Yang berkesan pas di Shanghai ini kami bener-bener ngebolang berdua. Kalau di Beijing kami masih menggantungkan nasib ke teman kami, di Shanghai kami nekat aja baca MRT dan tanya-tanya.
Lu Jia Zui Road, deket tempat kantor cabang kami
Hari ke-5 ini kami ke Yu Yuan Garden, jalan-jalan di landmarknya Shanghai yaitu The Bund, ke Madam Tussaud, belanja ke Han City, dan last but not least: ke Waibaidu Bridge! Apa yang special dari jembatan ini? Jembatan biasa sih, tapi saya pribadi pengen banget kesini karena ini lokasi syuting salah satu Drama China kesukaan saya yaitu Kabut Cinta (情深深雨蒙蒙). Disini banyak adegan memorable, jadi sedari awal saya udah bilang ke Dewi pas ke Shanghai saya mau ke jembatan ini. Dan berbekal googling akhirnya tau nama jembatan dan lokasinya.
Salah satu spot favorit saya di Yu Yuan Garden. Berasa kembali ke ribuan tahun silam

The Bund

Hey,I'm in Shanghai!

Tembok Tulisan "Waibaidu Bridge"

Ini loh Waibaidu Bridge yang jadi tempat shooting Qing Shen Shen Yu Meng Meng. Tempat Yiping loncat.hehe..
 
Di museum Madam Tussaud sebenernya satu tujuan saya adalah: foto sama patungnya Vicki Zhao. Ini artis China kesukaan saya yang main Kabut Cinta dan Putri Huan Zhu. Kalo yang pernah nonton Putri Huan Zhu pasti tau pemeran Xiao Yanzi ini..
Patungnya Zhao Wei *abaikan pose yang alay ini*
Yang menarik juga ketika kami belanja ke Han City untuk cari oleh-oleh, disitu kami yang sebenernya nggak pinter2 amat nawar tapi berbekal bahasa Mandarin yang agak belepotan kami bisa minta diskon. Ya, Chinese itu tega banget kalo ngasih harga. Pas di salah satu took saya beli taplak meja bisa dapet harga 1/3 dari harga awal *saya sampe shock*, waktu itu saya nawarnya pake alasan itu buat Ibu saya (emang bener kok). Ya, mungkin penjualnya adalah tipe kokoh sayang ibu juga kali ya.. Kami belanja agak banyak di cici ini nih, bahkan sempet foto bareng buat kenang-kenangan. Dan dia bilang lain kali kalo ke Shanghai lagi mampir agar ke tempat dia.
Foto bareng cici penjual di Han City, tempat kami banyak beli buat oleh-oleh


Hari ke-6
Di hari ke-6 kami ke Happy Valley, agenda kali ini mengikuti keinginannya Dewi yang kepengen banget naik wooden roller coaster nya. Jauh sebelum berangkat ke zhongguo dia udah pengen banget kesana dan pesan supaya kami mengagendakan kesana *ya kaya saya pengen banget ke Waibaidu bridge itu*
Sebenernya saya anaknya cupu dan nggak berani naik atraksi menantang adrenalin gitu kalo di Dufan, tapi berhubung ini di Shanghai dan udah bayar mahal, okelah saya ikut naik wooden roller coaster itu *dan saya menyesal* Rasanya beneran kaya mau mati pas diatas *cupu kan* Akibatnya pas Dewi ngajakin lagi naik wahana yang lebih ekstrim saya angkat tangan. Saya mending duduk cantik aja. Kemudian kami nonton show gitu, semacam drama teatrikal berlatar Shanghai tahun 30an gitu, tapi action nya keren banget. Ini ga bohong, efek ledakan, tembakan, dll nya bener-bener keren. Kita yang awalnya underestimate dan masuk cuma gara-gara dibujuk mas-mas nya, langsung merasa ga menyesal udah nonton.
Walopun jantung berasa mau copot, abis naik wahanya harus diabadikan
Teatrikal Shanghai Tan yang surprisingly bagus

Pas show nya selesai
 
Foto sama salah satu pemainnya. Ekspresinya nggak sinkron sama adegan nya.
Ada kejadian menarik pas kami beli makan siang. Karena bingung mau makan apa akhirnya kami beli yang udah jelas aja: Sate Kambing kaya yang kami makan waktu di Beijing. Waktu itu yang jual jenggotan, mungkin keturunan india atau semacamnya gitu. Pas kami beli dua tusuk (fyi sate disana gede banget jadi 1 tusuk aja udah cukup kenyang). Si penjual itu nanya “yindu? (India?)” dia menyangka kami dari India. Lalu kami menggeleng sambil bilang “Yin Du Ni Xi Ya, Yinni.. (Indonesia)”. Lalu si Bapak itu tersenyum sambil ngasih kami 3 tusuk.. Yeay kami dikasih bonus 1 tusuk! Saking bingung nya kami Cuma bilang xie xie *agak menyesal nggak bilang assalamualaikum, menurut hipotesa kami mungkin Bapak itu muslim juga jadi ngasih bonus..hehe..~
Ini loh satenya segede-gede gini. Dikasih 3 :P

Sebenernya pengen banget naik becak ala Shanghai th 30an, tapi karena gagal cukup naik patung nya aja.


Hari ke-7
Akhirnya tiba juga hari kepulangan kami ke Indonesia. Seminggu berasa sangat cepat dan kami udah harus kembali. Diantar mbak Nola ke depan apartemennya untuk kami naik taksi ke Bandara, mbak Nola bilang ke Supir untuk diantar ke Bandara. Sepanjang perjalanan kami cuma diam, supirnya pun diam. Tapi setelah sampai di Bandara si supir nanya pake zhongwen nanya kami di pintu berapa. Dengan agak meraba-raba omongannya kami menyebut pintunya *dan untungnya karena dari kejauhan kami liat lambang Garuda Indonesia di salah satu pintu*
Kami pulang naik Garuda Alhamdulillah pas dapet tiket diskon, 50% dibanding harga biasa. Alhamdulillah banget, maskapai Indonesia pula (entah kenapa berasa lebih tenang).
Ada kejadian lucu ketika kami melewati salah satu mesin scanner di bandara. Mungkin karena kasihan liat saya dan Dewi rempong dengan banyak barang, si kokoh penjaga scanner langsung mempersilahkan kami tanpa banyak diperiksa, diperiksa sekenanya aja. Lalu pas dia lihat salah satu bawaan saya, yang mana itu adalah sepatu yang dititipkan oleh mbak Nola untuk kerabatnya salah satu boss di tempat saya, si kokoh petugas komen “Nike?” *udah takut bakal ditanya macem-macem, untungnya enggak*
Akhirnya begitulah trip singkat kami ke Beijing dan Shanghai. Mewujudkan impian kami yang sedari lama sampe temple-tempel di meja kerja supaya termotivasi dan kejadian beneran. Iya, saya percaya dengan visualisasi mimpi akan mensugesti alam bawah sadar kita untuk terpacu mewujudkan mimpi itu. Tentunya plus berdoa, karena apapun nggak akan terjadi selain dengan izin Allah SWT. =)
See you in another post!

Rempong jadi nggak ada stylist nya sama sekali

Hui Yin Ni :)

Monday, November 02, 2015

Notes for you - part 2

This note is still for you, Sir..
While im writing this on my way home *iya, lagi di jalan..ga bisa banget ya nunggu sampe rumah dulu baru nulis. Gini deh kalo lagi pengen nulis takut feel nya udah ga dapet lagi * :'}

Rasanya sedih denger berita itu lagi, berita dimana sosok yang saya kagumi akan berpindah..

Mungkin saya lebay, mungkin saya baper, mungkin saya egois, untuk merasa nggak rela sosok yang saya kagumi itu pindah :'(
Sebenernya udah sering saya berusaha supaya ikhlas. Da saya mah apa atuh..punya kuasa apa untuk menahan kalo bener Beliau harus pindah. Dan kalopun itu jadi, pasti itu baik buat Beliau, membuka peluang yang lebih luas untuk Beliau.
Saya mah apa atuh cuma orang yang simpatik aja sama Beliau.. :')

Agak lebay sih ya kesannya. Tapi saya cuma berusaha jujur dengan diri saya sendiri bahwa saya baru kali ini ngerasa segitu simpatiknya sama atasan karena merasa diajari banyak hal, teknis maupun non teknis, dan bertemu dengan sosok yang walaupun terlihat galak tapi sebenernya dalam hati sangat lembut dan baik hati..
*sedih lagi kan.. :'(

Apalagi yang bisa saya bilang.. sedih sih.. sisi childish saya bilang rasanya pengen ngikut pindah tapi manalah bisa dan...em..entahlah..

Sudahlah..daripada semakin sedih dan tak berujung tulisan ini. I always wish u all the best, Sir.. :)
 

Goresan Kalimatku Template by Ipietoon Cute Blog Design

Blogger Templates